Tuesday, August 21, 2018

Hukum ayam yang disembelih DAN dimasukkan ke dalam bejana yang berisi air panas.

Ayam merupakan faforit masyarakat Indonesia hidangan atau menu yang disajikan tidak luput dengan ikan ayam apalagi ayam kampung yang nyatanya sangat nikmat dan lezat apalagi dipanggang dan dimasak dengan resep yang baik, resep abal-abalpun jadi nikmat tak tertandingi, namun mayoritas masyarakat seketika menyembelih se-ekor ayam , biasanya langsung dimasukkan kedalam bejana yang berisi air mendidih sebelum kotoran yang berada di dalamnya dibuang , tujuan dari itu supaya bulu yang ayam mudah di cabuti.


Mengingat hal tersebut semua orang masih belum tau hukum dan dampak dari semua itu namun dari kejadian ini sejak dulu sampai sekarang tidak ada dampak nigatif semasekali, dibuktikan dengan adanya fakta yang sudah ada ternyata ayam tersebut setelah di makan tidak berbahaya.

Baca: Bagaiman hukum minum Obat untuk menunda haid pada bulan ramadhan.

Kadang di Pondok Pesantren Al-Inayah pada Akhir perayaan atau disebut dengan AKHIRUSSANAH semua santri harus membawa ayam untuk dijadikan syukuran bagi mereka dengan di khatamkannya kitab-kitab yang sudah dipelajari dalam masa satu tahun, nah kejadian ini terus berulang tahun demi tahun bahkan sampai sekarang, ayam santri yang sudah dismabellih langsung dimasukkan kedalam air panas atau air mendidih yang sudah disiapkan demi mudahnya mencabuti bulu ayam. Bagaimana islam menyikapi hal ini najiskah ayam tersebut mengingat kotoran belum di buang dan dibersihkan.?

Dijelaskan dalam kitab Qurrotul Ain Bifatawa Ismail Azzain 47 Maktabah Toko Kitab AL-Barakah Makhad Al-Ulum Al-Syariyah sebagai berikut:

سؤال) ما قولكم في رجل ذبح الدجاجة ثم وضعها في قدر فيه ماء مغلى قبل شقها وإخراج ما فيها من الروث والدم وغيرهما من النجاسات فهل يصير كل ما في القدر من الماء والدجاجة متنجسا أولا.؟ الجواب : والله الموفق للصواب : أنه متي كان الحال ما ذكر من وضع الدجاجة قبل شق جوفها وإخراج ما فيه من روث ونحوه فأن الماء إذا اتصل بما في جوفها من الروث يكون متنجسا وتكون هي حينئذمتنجسة وأما إذا لم يصل الماء إلى جوفها من أي منفذ كان فلا ينجس الماء ولا تنجس الدجاجة المذكورة كما لووضع كوز محكم الغطاء وفي باطنه نجاسة في ماء قليل فإنه لا ينجسه. والله سبحانه وتعالى أعلم.

 Pertanyaan : bagaimana hukum seorang yang menyembelih ayam kemudian ayam yang disembelihtersebut diketakkan pada bejana yang berisi air panas (mendidih) sebelum membuang sesuatu yang berada di dalam perutnya yakni kotoran, darah dan sesuatu najis lainnya bagaimana hukum air dan ayam tersebut.?

Baca : Ada Apa dengan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah?

Jawab: semoga Allah menunjukkan kebenaran . meletakkan ayam sebelum dikelurka kotoran dan semacamnya , jika air di dalam bejana mengenai kotoran yang berada dalam perut ayam, air menjadi mutanjjis (terkena najis) daging ayampun juga menjadi mutanajjis (terkena najis) sebaliknya jika air itu tidak masik sampai pada perut ayam maka air dan ayam tersebut hukumnya tidak najis,

sebagaimana kasus seorang yang sudah meletakkan kendil yang berisi najis yang tertutup rapat ke dalam air yang sedikit , maka kendil tidak akan menyebakan air itu najis. Wallahu a’lamu.

Baca : Pengertian Qiro'ah yang sebenarnya dalam Islam

Dari keternagan dan iabarah yang sudah ada di atas maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Air sekaligus ayamnya akan menjadi mutanajjis jika ait tersebut masuk ke dalam perut ayam dan mengenai kotoran yang berada di dalamnya . dan apabila tidak maka hukumnya tidak najis. Jika anda suka dengan artikel kami bisa di share agar lebih bermanfaat untuk khalayak ramai. (al-Inaya)