Showing posts with label Doa sebelum belajar dan sesudah belajar penting. Show all posts
Showing posts with label Doa sebelum belajar dan sesudah belajar penting. Show all posts

Wednesday, July 17, 2019

Manfaat Doa Orang Tua

Percayalah anda bahwa doa ibu itu dapat memanjangkan usia.? ini terjadi dizaman nabi sulaiman as.
seperti diceritakan, bahwa nabi sulaiman adalah utusan Allah yang diberi keistimiwaan bisa berbicara dengan makhluk lain selain manusia, yakni jin dan binatang.
diterangkan bahwa suatu ketika nabi sulaiman as, mendapat wahyu dari Allah SWT " Keluarlah ke tepi laut, disana engkau akan melihat sesuatu yang luar biasa !"
Nabi Sulaiman dengan dikawal oleh orang kepercayaannya dan para jin menuju ke tepi laut. mereka melanjutkan berlayar ke laut lepas, tiba tiba datang angin yang begitu dahsyat, kemudian Nabi sulaiman memperingatkan angin untuk berhenti berhembus, sesaat setelah itu keadaan menjadi tenang permukaan laut menjadi dampk datar, nyaris tidak ada ombak sama sekali.
Nabi Sulaiman penasaran kemudian beliau melihat disekitar perahu, namun ia tidak melihat sesuatu apapun kecuali hamparan air laut. kemuain beliau memerintahkan jin ifrit untuk menyelam kedasar laut , taklama kemudian jin ifrit muncul dan mengatakan tidak menemukan suatu apapun di dasar laut, kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin ifrit keduakalinya untumenyilam lebih dalam kedasar laut.
Nabi Sulaiman menyuruh Ashif bin Barkhiya, seseorang yang memiliki karomah langsung dari Allah. " Wahai berkhiyah, cobalah engkau berdoa kepada Allah. ada apakah gerangan di dasar laut ini ? "
berkhiyah berdoa kepada Allah, sesaat kemudian muncul sebuah benda menyerupai sebuah masjid ke permukaan laut, berwarna putih keperak peraan dan cahayaya berkilauan. kubah itu terbuat dari mutiara putih, memiliki empat pintu dan masing masing terbuat dari permata, batu yakut,mutiara dan zabarjat hijau.
melalui sebuah pintu yang terbuka, tampak seorang pemuda disana sesang berdiri melakukan shalat, wajahnya tampan dan bersih, Nabi Sulaiman masuk keruangan itu, setelah pemuda seleaai melaksanakan shalat, maka Nabi Sulaiman memberi slam dan menyapanya " wahai saudara, siapakah engkau ini,dari golongan jin atau maausia.?
"tanya Nabi Sulaiman" sesungguhnya aku ini golongan manusia sepertimu juga. "jawabnya".
nabi sulaiman semakin heran. benar benar ajaib. seorang manusia fi dalam kubah tertutup dan berada didasar laut yang paling dalam."mengapa bisa berada dalam kubah ini?"
pemuda tersebut kemudian bercerita,"dahulu ayahku seorang lelaki lumpuh, sedangkan ibuku ,matanya buta, tidak ada yang melanyani kecuali diriku. aku merawat dan melanyaninya hampir tujuh puluh tahun.
pemuda itu melanjutkan ceritanya,"menjelang wafat ibuku berdoa begini:"ya allah panjangkanlah umur anakku dalam taat kepadamu, limpahkanlah sifat qonaah pada anakku dan jadikanlah ia tetap taat kepadamu di tempat yang tidak diketehui oleh setan!"
kata pemuda itu lagi,"ayah dan ibuku meniggal dunia, sejak itu aku hidup sendirian, suatu ketika aku pergi ke pantai, tiba tiba aku melihat kubah yang sangat indah. lalu aku mencoba untuk memasukinya, ketika di dalam ruangan kubah, tiba tiba pintunya tertutup dengan sendirinya. semenjak saat itu aku tak tahu berada dimana, di dasar laut atau di udara."
"engkau berada di dasar laut yang paling dalam sampai sampai jin dan setan tidak mengetahui keberadaanmu," ujar nabi sualaiman as.
pemuda itu hanya terdiam.nabi sulaiman as bertanya,"kalau boleh tahu engkau hidup di zaman siapa?"
"di zaman nabi ibrahim as." jawabnya
"di zaman nabi ibrahim" ujar nabi sualaiman terheran heran.
nabi sualaiman sedang memikirkan sesuatu.jika pemuda itu hidup di zaman nabi ibrahim, berarti kira kira umurnya sudah empat ratus tahun lebih, tetapi keadaanya seperti muda belia, rambutnya masih hitam, kulitnya masih kencag dan giginyapun tak ada yang tunggal.
"selama ini bagaimana engkau makan dan minum?"tanya nabi sulaima.
pemuda itu menjelaskan,"saya juga heran, setiap pagi datanglah seekor burung membawakan makanan sebesar kepala manusia. makanan itu diberikan kepadaku, bahkan aku bisa merasakan seluruh jenis makanan yang berada di dunia, sehingga aku tak pernah merasa lapar. aku juga heran, karena aku tak pernah merasa dingin, panas, ngantuk, ataupun haus. aku juga tak pernah merasa malas dan jemu."
"maukah engkau tinggal bersama kami atau memilih tinggal ke tempatmu semula?"nabi sulaiaman menawarkan.
"terimakasih kembalikan saja aku ketempat semula!"pinta pemuda itu.
nabi sulaiman berpamitan dan keluar dari kubah, barkhiya lalu mengembalikan keubah berwarna putih tersebut ke dasar laut.
cerita ini sungguh luar biasa inilah karomah doa ibu yang tulus terhadap putranya yang berbakti. sang putra merawat dan melayaninya dengan hati yang tulus ikhlas selama tujuh tahun, rentang waktu yang tidak singkat.sebuah balas budi dan pengabdian yang patut kita contoh.
buah dari bakti tersebut sang ibu mendoakan anaknya dengan sungguh sungguh sehingga sepeniggalnya anak tersebut menjadi mulia. al- inayah



Friday, July 20, 2018

Doa setelah Shalat Maktubah

Teman-teman yang budiman marilah kita berdoa dengan doa yang khusuk dan penuh harap kepada Allah karena doa yang khusuk dan penuh dengan pengharapan kepada Allah akan mendatangkan doa yang mustajab dan diterima, hanya dengan modal khusuk bukan dengan mudal uang doa kita akan terkabul,

Banyak dari teman-teman kita yang merasakan doanya tidak diterima, kadang berdoa merasa sia-sia , hati berbisik “ Ah doa terus sulit dikabul” nah hal yang seperti itu marilah kita buang perasangka yang buruk kepada Allah kalau kita ingin dikabul doanya.

Karena Allah berfirman dalam hadist Qudsinya “ANA INDA ZDANNI ABDI BI” yang artinya saya tergantung perasangka hamba saya kepadaKu. Seorang muslim itu berdoa selama lima kali dalam sehari kalau kita hitung  dalam sebulan. 5x30 = 150 doa dalam satu bulan coba kita hitung dalam satu tahun 150x12= 1800, jadi dalam angka seperti itu Insya Allah kalau doa kita dibarengi denga khusuk dan ikhlas karena Allah , Allah tidak akan menyianyiakan doa kita.

Namun kadang ada di antara kita yang tidak tau bagaiman lafad doa yang mau dibaca maka oleh karenanya Al-inaya.blogspot.com akan menyajikan doa-doa setelah shalat yang perlu dibaca dan di amalkan setiap hari semoga apa yang kami tulis ini bisa membawa keberkahan kepada kita bersama:
Untuk awal kita berdoa maka oleh baginda Nabi Muhammad SAW dianjurkan untuk dibuka dengan pembacaan pujian kepada Allah dan Shalawat, di akhiri dengan shalawat kepada beliau karena ini menjadi syarat diterimanya doa dan bisa membuka pintu langit.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِك اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ , اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ , اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَيُسْتَجَابُ لَهَا رَبَّنَااغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ اَحَبَّ وَاَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعِيْنَ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ فِىْ قَلْبِى نُوْرًا وَفِى لِسَانِىْ نُوْرًا وَفِىْ بَصَرِىْ نُوْرًا وَفِىْ سَمْعِىْ نُوْرًا وَعَنْ يَسَارِىْ نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِىْ نُوْرًا وَفَوْقِىْ نُوْرًا وَتَحْتِىْ نُوْرًا وَاَمَامِىْ نُوْرًا وَخَلْفِىْ نُوْرًا وَاجْعَلْ لِّىْ نُوْرًا

Dilanjutkan dengan doa berikut:
أللهم نور قلو بنا بنور القرأن , أللهم نور قلو بنا بنور الايمان, أللهم نور قلو بنا بنور الاسلام والاحسان, أللهم نور قلو بنا بنور هدايتك ونور علمك ورزقنا حفظا قويا وفهم زكيا وعلما نافعا وعملا متقبلا ورزقا واسعا حلالا طيبا مبارك فيه بكرة وأصيلا  
اَللّٰهُمَّ اخْرِجْنَا مِنْ ظُلُمَاتِ الْوَهْمِ وَاَكْرِمْنَا بِنُوْرِالْفَهْمِ وَافْتَحْ عَلَيْنَا بِمَعْرِفَتكَ وَسَهِّلْ لَنَآ اَبْوَابَ فَضْلِكَ يَآ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
 اَللّٰهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ،اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
 رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

inilah doa yang dapat diamalkan semoga apa yang anda minta segera dikabulkan oleh Allah SWT, berdoalah mumpung anda masih bisa berdoa karena doa adalah senjata orang-orang mukmin. Wallahu A'lam.
Semoga bermanfaat :(al-Inaya)

Wednesday, June 6, 2018

Khususon arab dan Tahlil Lengkap

Sudah menjadi hal yang lumrah dan menjadi rutinitas doa di seluruh Indonesia bagi orang-orang yang meninggal dunia karena tidak ada lagi sumbangan yang pantas untuk dipersembahkan kepada yang mati melainkan doa, sumbangan yang pantas bukan mobil, bukan harta dan bukan jabatan yang dibutuhkan oleh para syuhadak atau orang-orang yang meninggal hanyalah doa dari orang yang hidup dalam suatu hadist disebutkan “ semua amal didunia akan putus kecuali tiga hal. 1 Sedekah jariyah 2 ilmu yang bermanfaat 3 anak yang mendoakannya” ditinjau dari hadist tadi bahwa penting sekali sebuah keluarga atau anak untuk mendoakan bapak atau ibunya yang meninggal, salah satu cara dengan mengadakan Tahlil dan yasin bersama untuk dihadiahkan kepadanya, inilah khususon arab dan arti lengkap yang akan kami persembahkan buat para pembaca yang budiman yang akan dilengkapi dengan tahlil,

Khususan Fatihah Tahlil

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وَاَزْوَاجِهِ وَاَوْلاَدِه وَذُرِّيَّاتِهِ وَاِلَى اَرْوَاحِ سَيِّدِنَا اَبِيْ بَكْرٍوَّعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَاَلَى بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ اَجْمَعِيْنَ وَخُصُوْصًا لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Fatihah ini dihadarohkan kepada Nabi yang terpilih Nabi Muhammad SAW, keluarga, istri beliau, anak beliau, keturunan beliau dan dihadarohkan kepada shahabat Abubakar, Umar, Ustman dan Ali dan semua sahabat-sahabat kesemuanya, Al-Fatihah.

ثُمَّ اِلَى حَضَرَاتِ اِخْوَانِهِ مِنِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلاَوْلِيَآءِ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وُالْعُلَمَآءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِالْقَادِرِالْجَيْلاَنِى، اَلْفَاتِحِةْ 

Kemudian Fatihah dihadharohkan kepada saudara beliau dari para Nabi dan Utusan dan para Wali, Orang yang mati Syahid orang-orang yang baik saleh dan para sahabat dan orang –orang yang ikut Nabi,Ulamak yang mengamalkan ilmunya, pengarang kitab yang Ikhlas dan semua para malaikat al-Muqorrobin Khususon kepada Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani Lahumul Fatihah.

ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِ مَنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ اِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصَا اِلَى آبَائِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَاَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَاَسَاتِذَتِنَا وَاَسَاتِذَةِ اَسَاتِذَتِنَا وَخَصُوصًا اَلْمَرْحًومْ والمرحومة ............ غَفَرَ اللهُ ذُنُوْبَهَ (هَا) وَخَطَايَاهُ (هَا) وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ، اَلْفَاتِحِةْ

Kemudian kepada semua penduduk Kuburan dari orang-orang Muslim dan Muslimat orang-orang Mukmin dan Mukminat dari ujung timur dan ujung barat, darat dan laut, wabil khusus kepada bapak-bapak kita dan ibu-ibu kita, kakek-kakek kita, guru-guru kita, ustad ustadah kita khususon Al-Marhum(laki-laki) bapak…………al-Marhumah (perempuan) Ibu……..Semuga Allah mengampuni dosa-dosanya dan orang yang berkumpul disini Al-Fatihah.


Bacaan Tahlil Lengkap

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. 3 
لَآاِلهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (١) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (٢) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (٣) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (٤) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (٥)
لَآاِلهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١) مَلِكِ النَّاسِ (٢) إِلَهِ النَّاسِ (٣) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (٤) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (٥) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ 
لَآاِلهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّآلِّينَ (٧(
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
الم (١) ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (٢) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (٣) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (٤) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (٥
وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ.
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ 
للهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ # آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ #لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ # بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِينْ إِرْحَمْناَ # يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اِرْحَمْنَا 7 
رَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا. إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ نُوْرِ اْلهُدَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَله وَصَحْبِهِ وَسَلِّمِ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ شَمْسِ الضُّحَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَله وَصَحْبِهِ وَسَلِّمِ. عَدَدَ
مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ بَدْرِ الدُّجَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ.
وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ سَادَتِنَا أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. وَحَسْبُنَا الله وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ3 
أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَوْجُوْدٌ 
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَعْبُوْدٌ 
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ بَاقٍ
(Dibaca 100 kali) لاَاِلهَ اِلَّااللهُ 
لاَاِلهَ اِلَّااللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
(Dibaca 33 kali)سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِه سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ 
(Dibaca 2 kali)اَللهُمَّ صَلِّ عَلى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ 
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ اَجْمَعِيْنَ.
اَلْفَاتِحَةْ :
Demikian Doa Khususon dan tahlil lengkap semuga bermanfaat bagi teman-teman semuanya, dan apabila anda suka dengan artikel kami silahkan Share dan bagikan ke teman-teman yang lain.(al-Inaya)

Friday, May 25, 2018

Kajian adzan dalam agama Islam lengkap

Alhamdulillah di negeri kita tercinta Indonesia, syiar Islam sangat tampak secara umum. Perlu kita perhatikan bahwa syiar Islam bukan hanya potong tangan dan hukum cambuk saja, akan tetapi syiar Islam juga berupa ibadah-ibadah yang kita lakukan sehari-hari seperti adzan dan laki-laki datang ke masjid memenuhi panggilan Allah. Jilbab juga termasuk syariat Islam yang perlu kita perjuangankan dan tegakkan. Mari kita tegakkan syariat dan syiar Islam dimulai dari yang sederhana dahulu, dimulai dari diri kita, keluarga dan lingkungan di sekitar kita dan semoga semua masyarakat muslim bisa melaksanakan syariat Islam dengan sempurna.
Kajian adzan dalam agama Islam lengkap
Adzan adalah syiar agama Islam. Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
وإن شعار الدين الحنيف هو: الأذان المتضمن للإعلان بذكر الله، الذي به تفتح أبواب السماء، فتهرب الشياطين، وتنزل الرحمة
“Di antara syi’ar-syi’ar agama yang hanif ini adalah adzan yang mengandung pengumuman untuk berdzikir (mengingat) Allah ta’ala. Dengan adzan ini, terbuka pintu-pintu langit, para setan lari terbirit-birit dan turun rahmat (ketenangan)” (Al-Iqtidha Shiratil Mustaqim hal. 218).

Hal ini sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, beliau bersabda,
إذا نُودِيَ بالصلاةِ فُتحتْ أبوابُ السماءِ ، واسْتُجيبَ الدعاءُ
“Jika adzan untuk shalat dikumandangkan, maka pintu-pintu langit dibuka, dan doa-doa dikabulkan” (HR. Ath-Thayalisi, Silsilah Ash Shahihah no. 1413).

Bahkan ketika kita sendiri saja, tetap disyariatkan adzan karena memang adzan merupakan syariat dan syiar Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا كَانَ الرَّجُلُ بِأَرْضٍ قِيٍّ، فَحَانَتِ الصَّلاَةُ فَلْيَتَوَضَّأْ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ مَاءً فَلْيَتَيَمَّمْ، فَإِنْ أَقَامَ صَلَّى مَعَهُ مَلَكَاهُ، وَإِنْ أَذَّنَ وَأَقَامَ صَلَّى خَلْفَهُ مِنْ جُنُوْدِ اللهِ مَا لاَ يُرَى طَرْفاَهُ
“Bila seseorang berada di tanah yang tandus tidak berpenghuni lalu datang waktu shalat, ia pun berwudhu dan bila tidak beroleh air ia bertayammum. Jika ia menyerukan iqamah untuk shalat akan shalat bersamanya dua malaikat yang menyertainya. Jika ia adzan dan iqamah maka akan shalat di belakangnya tentara-tentara Allah yang tidak dapat terlihat dua ujungnya” (HR. Abdurrazzaq dengan sanad shahih).


Dalam riwayat yang lainnya, tetap melakukan adzan ketika sedang mengembala.

Dari Abdurrahman Abdullah bin Abdurrahkan bin Abi Sha’sha’ah Al-Anshari dari ayahnya, beliau mengabarkan bahwa Abu Said Al-Khudri mengatakan kepadanya,
إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الْغَنَمَ وَالْبَادِيَةَ فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ أَوْ بَادِيَتِكَ فَأَذَّنْتَ بِالصَّلاةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ فَإِنَّهُ لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلا شَيْءٌ إِلا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ : سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Sungguh aku melihat engkau senang menggembala kambing dan hidup di pedesaan. Kalau engkau di tempat (gembala) kambing atau desa, lalu engkau azan untuk shalat, maka tinggikan suaramu ketika azan. Karena jin dan manusia atau sesuatu apapun yang mendengar suara muazin, akan menjadi saksi di hari kiamat.’ Abu Said mengatakan, ‘Saya mendengarkannya dari Rasulullah sallahu’alaihi wa sallam” (HR. Bukhari).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Ustaimin menjelaskan bahwa hukum adzan dan iqamah ketika sendiri adalah sunnah sedangkan ketika banyak orang hukumnya fardhu. Beliau berkata,
الأذان والإقامة للمنفرد سنة ، وليسا بواجب
“Adzan dan iqamah bagi orang yang hanya sendiri hukumnya adalah sunnah bukan wajib” (Fatawa Syaikh Al-‘Utsaimin 12/161).

Bahkan yang benar-benar menunjukkan adzan merupakan syiar kaum muslimin adalah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyerang suatu daerah jika terdengar adzan.

Dari Anas bin Malik beliau berkata,
كان رسول الله صلي الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُغِيرُ إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ وَكَانَ يَسْتَمِعُ اْلأَذَانَ فَإِنْ سَمِعَ أَذَانًا أَمْسَكَ وَإِلاَّ أَغَارَ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerang (suatu kaum) ketika terbit fajar. Dan Beliau memperhatikan adzan. Apabila Beliau mendengar, maka Beliau menahan. Dan bila tidak (mendengar), maka Beliau menyerang” (HR Muslim).

Dalam keadaaan perang saja, adzan tetap harus ditegakkan dan dilaksanakan shalat berjamaah.
Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةُُ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلِيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَى أَن تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا
“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu” (An-Nisa’ 102).


Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,
ففي أمر الله بإقامة الجماعة في حال الخوف : دليل على أن ذلك في حال الأمن أوجب
“Perintah Allah untuk tetap menegakkan shalat jamaah ketika takut (perang) adalah dalil bahwa shalat berjamaah ketika kondisi aman lebih wajib lagi” (Al- Ausath 4/135).

Demikian semoga bermanfaat dan menjadikan semangat bagi para muadzdzin untuk terus mengumandangkan adzan di setiap tempat dan waktu.(al-inaya)

Wednesday, May 23, 2018

Ayat Yang Menjelaskan Tidak Ada Paksaan Dalam Islam Lengkap Dengan Asbabun Nuzulnya

Dalam Islam tidak ada paksaan bagi siapa saja yang mau masuk Islam,Islam adalah Rahmatan Lil Alamin (Islam agama welas kasih bagi Umat sluruh Alam) jadi tidak ada batasan dalam Islam siapa saja boleh memeluk atau masuk ke dalam Islam, petunujuk akan kebenaran Islam sudah nyata dan benar adanya karena Islam datangnya dari Allah SWT. Dalam Al-Quran allah berfirman :

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (٢٥٦)
Artinya: tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS:al- Baqarah : 256)
[162] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

Ada sebuah riwayat menceritakan bahwa sebelum datangnya Islam ada seorang wanita yang selalu mati anaknya , ia berjanji kepada dirinya ,apabila ia mempunyai anak dan anak itu hidup akan dijadikan yahudi. Nah ketika Islam datang dan orang yahudi bani Nadlir diusir dari Madinah (karena penghianatannya) ternyata anak tersebut dan beberapa anak lainnya yang sudah termasuk keluarga Ansor, terdapat bersama kaum yahudi. Berkatalah kaum Ansor : “ jangan biarkan anak kita bersama mereka  “ maka turunlah ayat di atas (QS:al-Baqarah:256) sebagai teguran bahwa tidak ada paksaan dalam Islam.
Ayat Yang Menjelaskan Tidak Ada Paksaan Dalam Islam Lengkap Dengan Asbabun Nuzulnya
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa turunnya ayat tersebut diatas (QS:al-Baqarah : 256) berkenaan dengan Hushain dari golongan Ansor , suku Bani Salim bin “auf yang mempunyai dua orang anak yang beragama Nasrani, sedang ia sendiri orang Muslim. Ia bertanya kepada Nabi Muhammad SAW: “ bolehkah saya paksa kedua anak itu, karena mereka tidak taat kepadaku, dan tetap ingin beragama Nasrani? Allah menjelaskan jawabannya dengan ayat tersebut (QS:al-Baqaroh :256) (bisa di lihat di Asbabun Nuzul Drs. Cholil Uman hal 92)



Demikianlah Islam yang sangat menjunjung tinggi keagamaan, siapa saja boleh masuk Islam dan Islam adalah satu-satunya agama yang dibenarkan oleh Allah SWT. Terimakasih telah membaca artikel kami dan semoga keseharian anda menyenangkan. (al-Inaya) 

Sunday, May 20, 2018

Janganlah Hartamu dan anakmu Melalaikan Megingat Allah,lihat penjelasannya di Al quran.

Teman-taman yang berbahagia manusia kadang terlena dan lalai dengan mengingat Allah, keluarga anak dan perhiasan kadang melupakan kita akan Allah SWT, siang dan malam hanyalah mencari rizqi untuk kehidupan anak dan keluarga , tidak pulang dari hutan dan sawah seakan kehidupan ini selamanya, pergi pagi untuk mencari nafkah pulang malam kadang tidak ingat waktu shalat, apalagi dekat dengan industry, dekat dengan perusahaan besar sehingga hal tersebut melalaikan kita dari ingat kepada Allah SWT, dalam firmannya Allah menjelaskan supaya kita tidak lalai dalam melaksanakan perintah Allah SWT sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-munafiquun ayat 9:


ياأيها الذين امنوا لاتلهكم أموالكم ولا أولادكم عن ذكرالله ومن يفعل ذالك فألئك هم الخاسرون
Artinya: Hai orang-orang yang beriman janganlah hartaa-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah barangsiapa yang berbuat demikian mereka itulah orang-orang yang merugi (QS: Al-Maidah:9)


Dengan adanya ancaman dari Allas SWT manusia harus waspada mulai sekarang karena harta, jabatan dan kedudukan akan lenyap ditelan masa hanyalah mengingat Allah dengan Zdikir yang tidak akan lenyap sepanjang masa.

Kesenangan dunia hanya sesaat, oleh karenanya masa dunia ini jangan sia-siakan dengan hanya mencari dunia, hanya dengan mencari kesenangan semata, ingatlah orang tua kita sudah tiada sanak kerabat kita sudah tiada tinggal kita yang akan menyusulnya, setiap hari kita lupa akan kehidupan selanjutnya manusia seakan lupa akan Allah SWT. 

Keluarga yang kita bina sekarang adalah tanggung jawab kita untuk dibina menuju syurga jangan sampai keluarga kita lepas dari control sehingga akan menjerumuskannya menuju kemungkaran selamanya yang mengakibatkan terror yang merugikan umat-umat yang lain.

Dalam firmanNya Allah SWT menjelaskan : 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]

dengan firman ini maka sekelompok keuarga akan terjaga ketika keluarganya diarahkan kepada hal-hal yang baik jangan malah di ajak kepada hal kurang baik Apalagi sampai melukai dirinya sendiri seperti kasus yang terjadi di Surabaya baru-baru ini yang menewaskan satu keluarga dengan terror bom di tiga gereja.

Banyak dari kepala keluarga yang gagal menjaga keluarganya, niat mereka menjaga akan tetapi malah dengan penjagaan itu mereka telah tersesatkan menuju kemurkaan Allah SWT. Menjaga keluarga disini adalah jaga mereka agar mereka bertaqwa kepada Allah SWT.

Qatâdah rahimahullah berkata, “(Menjaga keluarga dari neraka adalah dengan) memerintahkan mereka untuk bertakwa kepada Allâh dan melarang mereka dari kemaksiatan kepada Allâh Azza wa Jalla , dan mengatur mereka dengan perintah Allâh Azza wa Jalla , memerintahkan mereka untuk melaksanakan perintah Allâh Azza wa Jalla , dan membantu mereka untuk melaksanakan perintah Allâh. Maka jika engkau melihat suatu kemaksiatan yang merupakan larangan Allâh, maka engkau harus menghentikan dan melarang keluarga(mu) dari kemaksiatan itu”. [Lihat semua riwayat di atas dalam Tafsir Ibnu Katsir, surat at-Tahrîm ayat ke-6]


Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah berkata, “Allâh Yang Maha Tinggi sebutannya berfirman, ‘Wahai orang-orang yang membenarkan Allâh dan RasulNya ‘Peliharalah dirimu!’, yaitu maksudnya, ‘Hendaklah sebagian kamu mengajarkan kepada sebagian yang lain perkara yang dengannya orang yang kamu ajari bisa menjaga diri dari neraka, menolak neraka darinya, jika diamalkan. Yaitu ketaatan kepada Allâh. Dan lakukanlah ketaatan kepada Allâh. Semakna ayat ini adalah firman Allâh Azza wa Jalla :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. [Thaha/20: 132]

Semoga dengan artikel ini kita bisa mengambil hikmah dan pencerahan menuju hati yang bertaqwa dan beriman kepda Allah Aminnnn. (al-inaya)

Friday, December 30, 2016

Pelajari Pengertian Ikhtiar Dalam Islam

Istilah ikhtiar sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Yupz, hidup adalah perjuangan dan disetiap perjuangan pasti diiringi dengan usaha dan doa. Kali ini,Al-inaya. blogspot.com akan membahas tentang pengertian ikhtiar dan bentuk-bentuk ikhtiar. Berikut penjelasan selengkapnya.

Pengertian Ikhtiar Dalam Islam
Kata ikhtiar berasal dari bahasa Arab yang artinya sama dengan berusaha. Ikhtiar secara istilah ialah segala bentuk perilaku atau perbuatan manusia untuk mencapai sesuatu yang diinginkannya, atau usaha yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya yang dilakukan dengan sepenuh hati, sungguh-sungguh dan semaksimal mungkin dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan keterampilannya serta dilakukan sesuai dengan syariat Islam.

Bentuk Bentuk Ikhtiar
Ikhtiar merupakan salah satu akhlak terpuji yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Adapun bentuk-bentuk ikhtiar yang harus kita ketahui, diantaranya yaitu:
1. Bersungguh-sungguh
Sungguh-sungguh merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang harus diperhatikan. Dalam menggapai mimpi, keinginan, angan dan cita-cita diperlukan kesungguhan yang mendalam, jangan berusaha dengan setengah-setengah, lakukan dengan sungguh-sungguh.
Contohnya: Dalam hal jodoh, jika menginginkan jodoh yang baik maka berusahalah dengan sungguh-sungguh dalam memperbaiki dan memantaskan diri.

2. Bekerja keras
Berusaha semaksimal mungkin untuk meraih apa yang diinginkan. Jangan bermalas-malasan dan berusaha semau-maunya. Tapi, berusaha dan berjuanglah sekuat tenaga untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
Contohnya: Jika menginginkan kesembuhan dari suatu penyakit, maka berusaha keraslah untuk menjauhi pantangannya, rajin minum obat, rajin berolahraga, rajin dalam menjaga kebersihan dan penunjang lainnya.

3. Pantang menyerah dan putus asa
Jika sudah melakukan suatu usaha, kemudian tidak mendapatkan apa yang diinginkan atau gagal, kurang memuaskan dan tidak sesuai dengan harapan, maka teruslah mencoba, mencoba dan mencoba. Jangan mudah menyerah, jangan berputus asa, karena kegagalan adalah sebuah proses pembelajaran.
Contohnya: Ketika menginginkan suatu keberhasilan dibidang bisnis, jangan mudah menyerah ketika mengalami kegagalan. Setelah berusaha dengan cara yang satu gagal, maka cobalah bangkit lagi dan mencoba cara lain dan begitu seterusnya.
Mengenai ikhtiar, Allah SWT telah berfirman dalam Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 11:
ان الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بانفسهم
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan (nasib) suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan (nasib) yang ada pada diri mereka sendiri“.

Islam menganjurkan setiap manusia untuk selalu berikhtiar dan ikhtiar harus diiringi dengan doa, untuk hasilnya serahkan pada yang Maha Kuasa. Karena hasil dari setiap usaha manusia adalah hak prerogatif Allah. Kita hanya wajib berusaha, jika gagal teruslah berusaha dan untuk hasilnya pasrahkan kepada Allah.

Itulah penjelasan dan pembahasan singkat mengenai Pengertian Ikhtiar Dalam Islam Dan Bentuk Bentuk Ikhtiar, semoga dapat memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi yang belum mengetahuinya. Sekian terimakasih

Artikel by : al-Inaya.blogspot.com